Kita menggunakan kata, kelompok kata, kalimat
bila ingin menyatakan apa yang kita pikir dan rasakan. Kata, kelompok, atau
kalimat merupakan tanda lahir pengertian, pengartian, idi, sikap, pendirian,
bahkan perasaan kita terhadap realitas, peristiwa, fenomena, tempat, maupun
gagasan orang lain.
Semakin kita memiliki pola pikir
yang baik dan benar, bahasa yang kita gunakan pun semakin baik dan benar.
Sebaliknya, jika kelurusan pola pikir tidak kita miliki maka bahasa yang kita
gunakan pun tidak baik dan benar. Mengapa? Berbahasa dengan baik dan benar
berkait erat dengan proses pemilihan kata, kelompok kata, dan kemampuan
memutuskan dan menyimpulkan dengan benar dari aspek luas, isi, sifat
pengertiannya; dalam diskusi, debat, sarasehan, seminar, simposium, atau
peristiwa-peristiwa lainnya.
Diskusi yang Efektif, disusun untuk
membantu para pemakai bahasa agar berkemampuan menyampaikan gagasan, sanggahan,
opini, komentar, yang tepat-akurat-objektif. Terbagi dalam 5 bab. Bab I
mengungkap hakikat, tujuan diskusi, persyaratan diskusi, serta bentuk-bentuk
diskusi. Bab II mengungkap tugas dan tanggung jawab ketua,sekretaris, maupun
peserta diskusi sebelum diskusi berlangsung. Bab III mengungkap tugas dan
tanggung jawab ketua, sekretaris, maupun peserta diskusi selama diskusi
berlangsung. Bab IV mengungkap hal-hal yang harus dilakukan sesudah diskusi
berlangsung. Sedangkan Bab V mengungkap penutup diskusi
Yang memikat dari buku Diskusi yang
Efektif: Pertama.erkait dengan tugas dan tanggung jawab baik ketua, sekretaris,
maupun peserta dirinci baik yang teknis maupun substansial. Kedua, mengurai
penyimpulan deduktif baik secara silogisme, entimem, epikherema, maupun sorites
serta penyimpulan induktif baik secara analogi, generalisasi, maupun
kausalitas. Ketiga, tindak lanjut diskusi sebagai proses berpikir bersama
adalah terciptanya kepedulian dan kepekaan. Artinya, selalu bersikap kritis
akan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dipikirkan.
Buku ini sangat berguna bagi siswa,
mahasiswa, guru bahasa Indonesia, atau siapapun yang beraktivitas dalam
pemberdayaan, pencerdasan, maupun pencerahan.
Itulah sebabnya, Kementerian
pendidikan selayaknya menjadikan buku Diskusi yang Efektif sebagai referensi
wajib, khususnya para pelajar hingga hadir sebagai anak-anak muda yang cerdas,
kritis, peduli, dan peka dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar