Minggu, 06 Mei 2012

bahasa


 Kita menggunakan kata, kelompok kata, kalimat bila ingin menyatakan apa yang kita pikir dan rasakan. Kata, kelompok, atau kalimat merupakan tanda lahir pengertian, pengartian, idi, sikap, pendirian, bahkan perasaan kita terhadap realitas, peristiwa, fenomena, tempat, maupun gagasan orang lain.
Semakin kita memiliki pola pikir yang baik dan benar, bahasa yang kita gunakan pun semakin baik dan benar. Sebaliknya, jika kelurusan pola pikir tidak kita miliki maka bahasa yang kita gunakan pun tidak baik dan benar. Mengapa? Berbahasa dengan baik dan benar berkait erat dengan proses pemilihan kata, kelompok kata, dan kemampuan memutuskan dan menyimpulkan dengan benar dari aspek luas, isi, sifat pengertiannya; dalam diskusi, debat, sarasehan, seminar, simposium, atau peristiwa-peristiwa lainnya.
Diskusi yang Efektif, disusun untuk membantu para pemakai bahasa agar berkemampuan menyampaikan gagasan, sanggahan, opini, komentar, yang tepat-akurat-objektif. Terbagi dalam 5 bab. Bab I mengungkap hakikat, tujuan diskusi, persyaratan diskusi, serta bentuk-bentuk diskusi. Bab II mengungkap tugas dan tanggung jawab ketua,sekretaris, maupun peserta diskusi sebelum diskusi berlangsung. Bab III mengungkap tugas dan tanggung jawab ketua, sekretaris, maupun peserta diskusi selama diskusi berlangsung. Bab IV mengungkap hal-hal yang harus dilakukan sesudah diskusi berlangsung. Sedangkan Bab V mengungkap penutup diskusi
Yang memikat dari buku Diskusi yang Efektif: Pertama.erkait dengan tugas dan tanggung jawab baik ketua, sekretaris, maupun peserta dirinci baik yang teknis maupun substansial. Kedua, mengurai penyimpulan deduktif baik secara silogisme, entimem, epikherema, maupun sorites serta penyimpulan induktif baik secara analogi, generalisasi, maupun kausalitas. Ketiga, tindak lanjut diskusi sebagai proses berpikir bersama adalah terciptanya kepedulian dan kepekaan. Artinya, selalu bersikap kritis akan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dipikirkan.
Buku ini sangat berguna bagi siswa, mahasiswa, guru bahasa Indonesia, atau siapapun yang beraktivitas dalam pemberdayaan, pencerdasan, maupun pencerahan.
Itulah sebabnya, Kementerian pendidikan selayaknya menjadikan buku Diskusi yang Efektif sebagai referensi wajib, khususnya para pelajar hingga hadir sebagai anak-anak muda yang cerdas, kritis, peduli, dan peka dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar